Postingan

kerinduan pada damai

di sudut sepi berkalang bantal seorang sedang meraung menumpas langit "mengapa menjeput saudaraku dalam derita Tuhan" alam beku meraung dalam teriakannya ia tidak mengerti ketika semburat bahagia meronai pipi orang di sini saudaranya sedang berperang melawan maut yang datang tanpa terhentikan memekikkan kalimat-kalimat ke esaan tuhan. duhai saudaraku pernahkah kau cicipi bahagia walau hanya sejengkal tanah dalam dekapan bundamu engkau menggeleng, tangis itu tunpah aku tidak punya bunda, tanah itupun tidak berhak kami namakan diri kami. ia garang memohon pada petir, mengapa tidak biarkan mereka bahagia. jangan biarkan perang membinasakan mereka dalam derita tak bertuan. buat saudaraku dibelahan dunia sana. padang, 05 januari 2009

menulislah untuk bahagia

menulis, mendengarnya beberapa orang lalu bergidik dan mengangkat bahu. jawaban yang sering terdengar, nggak ah, rumit. karena ketika mendengar kata-kata menulis presepsi orang langsung tertuju pada puisi, cerpen, atau hal-hal yang berkaitan dengan dunia kepengarangan. anggapan yang tidak boleh disalahkan, namun sebenarnya juga salah. menulis adalah kegiatan yang telah dilakukan oleh kita hampir setiap hari. kita menulis pelajaran, resep makanan, cita-cita dan banyak hal. tapi, mengapa ketika anjuran menulis di berikan kita langsung merasa tidak ngeh. jawabannya hanya satu : karena kita tidak mengerti hakikat menulis. menulis itu gampang kata para sastrawan, dan menulis tidak sesulit yang di bayangkan, namun yang sulit bagi pemula adalah menulis sesuatu yang baik. ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika kita ingin lancar menulis, ikutilah tip sederhana berikut ini : 1. menulislah dan jangan mendikte tulisan agar menjadi tulisan terbaik. jika anda membebankan pikiran anda untuk mengha...